Tampilkan postingan dengan label Tourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tourism. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

TORAJA, IKON VISIT SOUTH SULAWESI 2012

Toraja--Kunjungan wisatawan domestik maupun lokal ke Sulsel khususnya Makassar turun hingga 20 persen.
Kunjungan Wisatawan Manca Negera (Wisman) di tahun 2009 mencapai 20.200 dan 2010 hingga memasuki 2011 menjadi 16.221.
Angka itu menjadikan Makassar berada di urutan ke 19 sebagai daerah tujuan wisatawan.

Direktur Promosi Dalam Negeri Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Drs M Faried saat sosialisasi pengembangan kepariwisataan Sulsel, di Hotel Grand Clarion, baru-baru ini, mengungkapkan, dari sejumlah kegiatan promosi kepariwisataan yang dilakukan Direktorat Kementrian, Sulsel memiliki potensi besar meningkatkan prospek kepariwisataan.
Dimana 2010, kunjungan wisatawan yang masuk ke Indonesia mengalami peningkatan hingga 9%. Yakni dari angka 6,3 juta naik mencapai 7 juta pengunjung. Angka itu melebihi dari target yang ditetapkan.
"Potensi wisata Sulsel cukup besar, dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya serta keragaman budaya menjadi daya tarik, akan tetapi 2010, Sulsel mengalami penurunan yang cukup besar. Sehingga melalui program visit South Sulawesi diharapkan dapat menarik kembali wisatawan, baik lokal maupun manca negara," jelasnya.
Dari segi akses wisatawan, Sulsel memiliki akses yang cukup potensial, yakni melalui jalur udara dan laut. unjungan wisatawan ASEAN lebih besar dari akses udara, sehingga Makassar memiliki daya saing yang sama dengan daerah lain.
"Untuk akses udara Makassar, kini masih banyak dari Jakarta dan Surabaya, sedang untuk manca negara, hanya dari Malaysia," paparnya.
Menanggapi hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Suaib Mallombasi mengatakan, Visit South Sulawesi 2012 yang dicanangkan Pemerintah Sulsel bersama Kementrian Budaya dan Pariwisata diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun lokal, ke Sulsel. Ia optimis bisa mencapai target yang diharapkan. Karena itu, Tana Toraja dipilih sebagai ikon Visit South Sulawesi 2012.
"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel telah menyiapkan 20 event. Tana Toraja telah dipersiapkan menjadi tempat pelaksanaan atau puncak event Visit South Sulawesi 2012," terangnya.

Senin, 31 Januari 2011

STRATEGIC ASIA TELITI WISATA TORAJA

Media Toraja--Dari berbagai hasil penelitian potensi kepariwisataan, bukan jaminan masyarakat terlepas dari kemiskinan.
Bahkan asumsi sebaliknya, kepariwisataan dan kemiskinan menambah panjang kesenjangan ekonomi.
Hal tersebut diungkapkan director for bussines communication and developmen Strategic Asia, Keit Hargreaves dalam simpulan sementara hasil penelitiannya, di gedung Mulo baru-baru ini.

 Dikatakan, kedatangan wiasatawan ke Toraja belum menjamin perputaran uang akan besar, sebab turis akan lebih banyak menghabiskan waktu di Makassar, sehingga perputaran uang juga akan lebih besar di Makassar.
"Kepariwisataan belum dapat menyentuh kesejahteraan masyarakat, yang semakin sejahtera adalah industri seperti hotel dan sejenisnya. Masyarakat hanya menjadi tontonan," jelasnya.
Menurutnya, Bali sebagai ikon wisata terbesar di Indonesia juga belum bisa menyentuh langsung masyarakatnya.
Pasalnya, sebahagian turis yang datang lebih banyak menghabiskan waktu di kamar hotel. Sehingga uang yang dikeluarkan dipastikan akan lebih besar dihotel.
Kata dia, sebagaimana hasil penelitian dalam kurun 5 tahun terakhir profil kepariwisataan termasuk mengalami perubahan, termasuk pelayanan hingga infrastruktur.
"Kedatangan turis lebih banyak dihotel berbintang atau kecil, dan kunjungan mereka apakah bersifat tourims atau personal? hal tersebut disebakan dari pelayanan," ungkapnya.
Sekretaris of culture and tourism office, Disbudpar Makassar, Yulianus Batara Salah menuturkan, potensi wisata toraja jika dihitung secara kuantitatif, dia tidak akan menjadi perhatian.
Tetapi pada pemberdayaan kulturnya. Sebab Toraja tak bisa dihitung dengan uang dengan jumlah pengjungnya, tetapi dari segi dampak ekonominya.
"Memang wisatawan kita masih paling murah, tetapi secara infrastruktur masih sangat buruk dari pemerintah pusat, padahal kita ketahui tourism adalah penikmat infrastruktur," tandasnya.
()