Rabu, 23 Februari 2011

PELANTIKAN SOBAT DIUNDUR

RANTEPAO-- Rapat paripurna DPRD Toraja Utara dengan agenda penetapan jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara terpilih, Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rombelayuk (SOBAT), yang sedianya digelar, Selasa kemarin, 22 Februari 2011, masih mulur.
Pasalnya, DPRD baru menyetujui pengusulan pemberhentian Caretaker Bupati Toraja Utara dan pengangkatan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih ke gubernur.
"Mekanismenya belum sampai sejauh itu (penetapan jadwal, red), kita baru mengusulkan pemberhentian caretaker dan pengangkatan pasangan calon terpilih untuk dilantik. Masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui," jelas Ketua DPRD Toraja Utara, Sri Krisma Pirade, usai menutup rapat paripurna, kemarin.
Rapat paripurna kemarin hanya berlangsung kurang lebih 15 menit. Itu pun molor dari jadwal semula, yang direncanakan pukul 10.00 Wita kemudian mundur sekitar satu jam. Rapat paripurna itu sendiri hanya diisi dengan pembacaan keputusan KPU Toraja Utara mengenai penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dan dua buah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara sengketa pilkada Toraja Utara.
Setelah seluruh anggota yang hadir menyatakan setuju agar DPRD menyampaikan usulan ke gubernur, rapat kemudian ditutup.
Menurut Sri Krisma, penetapan jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati Toraja Utara terpilih masih panjang. Menurut dia, DPRD Toraja Utara akan meneruskan usulan pemberhentian caretaker dan pelantikan bupati dan wakil bupati defenitif ke gubernur. Selanjutnya gubernur akan meneruskan usulan itu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Setelah Mendagri mengeluarkan surat keputusan (SK) bupati dan wakil bupati, DPRD akan kembali menggelar rapat pleno untuk menentukan jadwal pelantikan dan segala persiapan rapat paripurna istimewah.
"Masih panjang prosesnya. Kita usulkan ini ke gubernur, seterusnya gubernur akan mengajukan ke Mendagri. Setelah ada SK baru kita akan menggelar rapat paripurna lagi untuk menetukan jadwal," jelas Sri Krisma.
Dikatakan, secara teknis, jadwal pelantikan akan disesuaikan dengan jadwal gubernur karena yang melantik pasangan calon terpilih adalah gubernur. Oleh karena itu, setelah ada kejelasan SK dari Mendagri, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Toraja Utara akan pro aktif melakukan konsultasi dengan gubernur soal jadwal pelantikan.
"Iya, Bamus kita harapkan pro aktif untuk melakukan komunikasi dan konsultasi dengan Bapak Gubernur untuk mencocokkan jadwal," katanya.
Secara umum, papar Sri Krisma, secara de vacto maupun de jure Pilkada Toraja Utara sudah tidak ada masalah. Hanya saja, DPRD Toraja Utara harus mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai dengan ketentuan undang-undang. "Tidak ada maksud menghalang-halangi pelantikan, kita hanya mengikuti prosedur sesuai ketentuan," jelasnya.
Ditanya kira-kira kapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih akan terlaksana, Sri Krisma enggan berspekulasi. "Kita ikuti saja mekanismenya, saya tidak berani berandai-andai," pungkasnya. (mg3/abk/t)

Minggu, 20 Februari 2011

GEMAR MAIN GOLF

PAGI nan indah di Tana Toraja. Waktu menunjukkan pukul 06.00 Wita. Sebagian anggota rombongan masih terlelap dengan selimutnya, terlena dengan dinginnya udara Tana Toraja. 

Tapi tidak dengan Dwiki Dharmawan. Ia sudah terlihat rapi dengan TShirt, training dan sepatu olahraganya. Menenteng perlengkapan golf yang sengaja ia bawa dari Jakarta. Dwiki berniat bermain golf. Halaman Hotel Sallebayu tempat rombongan menginap dimanfaatkan Dwiki untuk memainkan olahraga favoritnya tersebut.

FAJAR mengamati aktivitas Dwiki pagi itu. Dwiki mulai mengayunkan stik golfnya untuk mengambil ancang-ancang. Sesekali terdengar hitungan dari mulutnya. Dwiki tampak bersemangat. Hampir 30 menit Dwiki larut dengan permainan kalangan borjuis tersebut. Usai berolahraga, Dwiki kembali menyapa FAJAR yang dengan setia menemani Dwiki sejak awal.

Dwiki pun mengungkapkan keinginannya agar Tana Toraja memiliki lahan bermain golf. Banyak potensi yang Dwiki temukan di kota wisata tersebut, yang jika digarap dengan baik dapat mendatangkan devisa dan pendapatan buat pembangunan daerah.

Alam yang sejuk menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang berkembangnya potensi olahraga golf di daerah tersebut. Meski berbukit-bukit, menurut Dwiki bisa diakali dengan mengefisiensikan lahan yang ada. Bermain golf menurut Dwiki tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, meskipun idealnya memang begitu.

“Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, selain di bidang kesenian, lahan dan kondisi daerahnya juga menunjang,” ucap Dwiki.

Ditanya mengenai alat golf yang ia bawa, Dwiki mengatakan hal tersebut telah menjadi keharusan setiap kali ia keluar kota. Hal tersebut dilakukannya agar ia dapat melakukan olahraga di selasela kesibukannya. 

“Saya gemar dengan olahraga ini, cukup mengayunkan stik golf lima hingga 10 kali, keringat sudah keluar, segar rasanya,” tambahnya. (dya)

Kamis, 17 Februari 2011

LEMBANG KARRE LIMBONG KEC. NANGGALA DAPAT BANTUAN LISTRIK PLTMH

MEDIA TORAJA- Kabupaten Toraja Utara (Torut) mendapat bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Higro (PLTMH) untuk pengembangan Desa tertinggal dengan Kapasitas 80 Kw. Daya listrik ini diharapkan dapat melayani kebutuhan 200 KK Warga Lembang Karre Limbong Kecamatan Nanggala. Sumber dana berasal dari bantuan pusat sebesar RpI, 6 Miliar.

" Tahun ini Kecamatan Nanggala yakni Lembang Karre Limbong mendapat bantuan penerangan PLTHM kapasitas 80 Kw yang dapat digunaka 200 Kepala Keluarga (KK) " demikian dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Simon, P kepada Upeks di ruang kerjanya belum lama ini.

"PLTMH yang diprogram pemerintah pusat tersebut nantinya akan dikelola oleh Organisasi Masyarakat Lembang Karre Limbong Kecamatan Nanggala sehingga manengemen pengelolaanya dapat dirasakan dengan baik masyarakat setempat,"kata Simon.

Secara terpisah Ketua LSM Obor Nusantara, Samuel Kambuno saat ditemui mengharapkan dengan adannya bantuan PLTMH Khususnya dilembang Karre Limbong Kecamatan Nanggala dapat dikelolah dengan baik sehingga dapat berkesinambungan.

GEMPA SOROAKO

Gempa Sorowako. Terjadi gempa dengan skala 6,1 skala richter (SR) di Sulawesi pada hari Selasa (15/2) pukul 20.33 Wita. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di 143 km Tenggara Poso, Sulteng dan 155 kilometer Timur Laut Palopo, Sulsel. Getaran gempa terasa di sebagian besar Luwu Raya, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat. Paling kuat d...irasakan warga Sorowako, Luwu Timur (Lutim), gempa Sorowako ini sekitar lima detik.

Warga sekitar pun berhamburan keluar mencari ruang terbuka untuk menghindari adanya kemungkinan gempa yang lebih besar lagi. Tak hanya ke luar rumah dan memenuhi jalan-jalan dan lapangan, ribuan warga dari tiga kecamatan di Lutim, memilih mengungsi ke daerah ketinggian setelah terjadi gempa keras melanda daerah itu. Warga mengungsi karena panik mendengar isu daerah Sorowako dan sekitarnya akan dilanda tsunami dari luapan air Danau Matano.

Bahkan,warga desa Timampu di Kecamatan Towuti, meninggalkan desanya mengungsi ke daerah perbukitan di Kecamatan Wowondula. Khusus di Sorowako, sebagian warga mengungsi ke daerah perbukitan di sekitar bandar udara (Bandara) milik PT Inco. Mereka mengungsi dan panik berhamburan keluar dari rumah begitu mendengar isu akan terjadi tsunami dari Danau Matano, beberapa saat setelah gempa, sekitar pukul 21:30 Wita, malam tadi. Hingga pukul 23:30 Wita,warga masih mengungsi di daerah ketinggian, meski aparat kepolisian dari Polres Lutim dan Kodim 1403 Sawerigading menghimbau warga agar tidak panik karena isu tsunami pascagempa.

Sampai pukul 24.00 Wita tadi malam, gempa susulan masih terus dirasakan warga. Meskipun dengan guncangan yang kecil. Gempa Sorowako tersebut menyebabkan listrik padam listrik padam selama 1,5 jam di seluruh wilayah Sulsel karena adanya  kerusakan jaringan transmisi bawah tanah PLN belum bisa dipastikan apakah dipengaruhi oleh terjadinya gempa 6,1 SR. Meskipun begitu, BMKG menjamin gempa tidak berpotensi tsunami.

Kiriman: Marks Dende-Sorowako

MK TOLAK SENGKETA PILKADA TORAJA UTARA

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pemohon sengketa pemilukada kabupaten Toraja Utara yang digugat oleh dua pasangan calon, Dalipang-Simon Liling dan Agustinus La'alang-Benyamin Patondok.

Pada sidang putusan yang digelar Rabu (16/2), Mahkamah berpendapat syarat dukungan parpol dan Putusan PTUN menjadi dasar MK menilai tindakan KPU Toraja Utara yang tidak mengikutkan Pemohon sebagai pasangan calon, sudah tepat dan sesuai perundang-undangan yang berlaku. “Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya ,” kata ketua majelis hakim Ahmad Sodiki saat membacakan amar putusan.

Selain itu, dalam pertimbanganya mahkamah menilai penggugat tidak dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa telah terjadi pelanggaran di TPS-TPS yang mengakibatkan penyelenggaraan Pemilukada tidak berlangsung secara luber dan jurdil. Oleh karena itu, dalil penggugat tidak terbukti menurut hukum.

Selanjutnya, setelah mencermati bukti tertulis peenggugat dan bukti tertulis KPUD Kabupaten Toraja Utara, Mahkamah berpendapat KPUD Toraja Utara telah secara sah dan meyakinkan sebagai penyelenggara Pemilukada. Sebab, KPU Toraja Utara tidak terbukti melakukan pelanggaran seperti gugatan pemohon.

Ditambahkan, Mahkamah juga berpendapat pasangan Agustinus La'lang dan Benyamin tidak memenuhi syarat dukungan bakal pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Toraja Utara Tahun 2010.  Mahkamah tidak dapat memperoleh kepastian mengenai legalitasnya tersebut karena pengugat tidak dapat membuktikannya secara sah dan menyakinan di persidangan MK.

Sementara untuk putusan PTUN, Putusan Nomor 51/G.TUN/2010/PTUN-MKS tanggal 28 Oktober 2010 yang memenangkan Pemohon, belum berkekuatan hukum tetap karena KPUD Kabupaten Toraja Utara mengajukan banding yang hingga kini masih dalam proses banding di PTUN Makassar.(kyd/jpnn)

TAUTOTO BERANG PELAYANAN PUSKESMAS PANGNGALA


RANTEPAO-- Buruknya kinerja pelayanan Puskesmas Pangala, hingga berbuntut meninggalnya salah seorang pasien diare, membuat berang Carateker Bupati Toraja Utara, Tautoto Tanaranggina. Ia memerintahkan inspektorat mengusut kelalaian pihak Puskesmas Pangala yang menyebabkan meninggalnya Monalisa, pasien diare di puseskmas tersebut.
Bukan hanya itu, DPRD Toraja Utara juga akan menghearing dinas kesehatan Torut sekaitan buruknya pelayanan Puskesmas Pangala yang berakibat meninggalnya salah satu pasien akibat ditengarai diterlantarkan sehingga lamban tertolong penanganan medis.
"Kadinkes dan jajarannya segera kami hearing, termasuk kepala Puskesmas Pangala," tegas Wakil Ketua DPRD Torut, Paulus Tangke, Rabu 16 Februari 2011 kemarin.
Dimana, kata dia, ada unsur kelalaian pihak puskesmas yang menelantarkan pasien yang sudah dalam kondisi kritis. "Harusnya, pihak puskesmas cepat merujuk pasien yang sekarat, jelas ada unsur kelalaiannya," tukas Paulus.
Penjabat Bupati Torut, Tautoto Tanaranggina yang mendengar laporan itu memerintahkan inspektorat mengusut petugas dan kepala Puskesmas Pangala, dia juga akan mengevaluasi kinerja dinkes.
"Saya sudah minta laporan kadinkes secara tertulis, ini tidak bisa dibiarkan terulang kembali," sebut Tautoto.
Kadinkes Torut, dr Hendrik Kala’timang yang dikonfirmasi terpisah, cenderung membela bawahannya. "Petugas di sana sudah melakukan prosedur standar untuk pasien gawat darurat. Kondisi pasien sudah genting saat masuk puskesmas, soal ambulance yang tidak ada, itu tidak ada unsur kesengajaan," bantahnya.
Ketua Badan Pembinaan dan Perlindungan Hukum Anggota Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi Sulsel, DR (cand) dr Ampera SH MH, menyayangkan tidak adanya kendaraan puskesmas keliling yang digunakan merujuk korban ke rumah sakit. Selain itu, selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban tidak didampingi seorang pun tenaga medis puskesmas. Hal ini, katanya, menyalahi UU No: 44 tahun 2009, pasien punya hak didampingi tenaga medis dalam keadaan darurat. (mg3/abk/d)

Senin, 14 Februari 2011

ALIRAN MUSIK METAL MEMAKAI NAMA "TORAJA" DI JOGJA

TORAJA terbentuk pada 1 Maret 2010. Berawal dari ketertarikan 4 anak gila titisan iblis terhadap musik Brutal Death Metal, maka mulailah mereka menancapkan tanduk dan ekor mereka di kota Jogja. Toraja merupakan sebuah nama dengan filosofi yang sangat dalam, nama Toraja diambil dari nama salah satu suku di Indonesia. Ini merupakan sebuah penghargaan kami untuk salah satu suku di Indonesia karena keunikan serta kuatnya budaya yang di pegang oleh suku Toraja, dengan itulah kami berharap bisa menjadi salah satu band yang kuat akan prinsip memegang teguh brutal death metal sebagai roots kami sebagai mana teguhnya suku Toraja.
Line up Toraja adalah Ramzy (Vocal), Benk Melted (Guitar), Cecep Corpse (Bass), dan juga Agonk (Drum). Keempat pemuda cadas ini ter-influence oleh musik yang dibawakan Cannibal Corpse, Deeds of Flesh, Disavowed, Pyaemia, juga Vomit hte Soul. Meski tergolong band baru, namun penampilan mereka sudah tak bisa diragukan lagi, mereka siap menghentak menghancurkan jagad metal Indonesia.
Contact Person : +6281 726 9761 (Ramzy)
Mail       : toraja_indonesia@yahoo.com